Friday, July 12, 2013

Teknik Dasar Lab keselamatan Kerja



KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM
Ò  Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa, dosen, peneliti, dsb melakukan percobaan.
Ò  Percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai bahan kimia, peralatan gelas dan instrumentasi khusus yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan (accident) bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat.
Laboratorium adalah tempat menyimpan alat-alat yang mahal harganya demikian pula data-data berharga lainnya, maka keselamatan ini meliputi
Ò  Tempat bekerjanya
Ò  Alat dan bahan yang tersedia
Ò  Pekerjaan dan hasil karyanya
Ò  Hubungan antara pekerjaannya
Ò  Praktikan, asisten, mahasiswa, dosen (pengguna lab)
Ò  Lingkungan
Keselamatan kerja di dalam Lab
Ò  Laboratorium dengan perabotnya
Ò  Listrik
Ò  Kecelakaan akibat kebakaran
Ò  Kecelakaan akibat bahan kimia
Ò  Label bahan kimia berbahaya
Ò  Pencegahan terhadap bahan kimia berbahaya
Tata tertib laboratorium
  1. Alat serta bahan yang ada di dalam laboratorium tidak diperkenakan diambil keluar tanpa seijin petugas
  2. Alat dan bahan kimia harus digunakan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan
  3. Jika dalam melakukan percobaan tidak mengerti/ragu-ragu, hendaknya bertanya pada petugas
  4. Bekerja dilaboratorium hendaknya memakai jas laboratorium
  5. Jika ada alat rusak/pecah hendaknya dengan segera dilaporkan kepada petugas
  6.  Jika terjadi kecelakaan, sekalipun kecil, seperti terkena kaca, terbakar atau terkena bahan kimia hendaknya segera dilaporkan ke petugas
  7. Etiket (label) bahan yang hilang/rusak harus diberitahukan kepada petugas, agar dapat segera diubah
  8.  Tidak diperkenakan makan dan minum dilaboratorium
  9. Setelah selesai percobaan, alat-alat hendaknya dikembalikan ketempat semula, dalam keadaan bersih
  10. Buanglah sampah pada tempatnya
  11.  Sebelum meninggalkan laboratorium, meja praktikan harus dalam keadaan bersih, kran air dan gas ditutup serta kontak listrik dicabut
HAL-HAL PENYEBAB KECELAKAAN
Ada tiga dasar penyebab terjadinya kecelakaan kerja, yaitu :
Ò  Terjadi secara kebetulan (genuine accident)
Ò  Kondisi kerja yang tidak aman
Ò  Tindakan tidak aman yang dilakukan seseorang

Konsep Belajar Dalam Bimbingan Dan Konseling

Belajar
       Adalah proses pentransferan atau pemindahan suatu materi
       Enam pendekatan dalam prinsip belajar
  1. Pendekatan rasional
  2. Pendekatan emosional
  3. Pendekatan pengalaman
  4. Pendekatan pembiasaan
  5. Pendekatan fungsional
  6. Pendekatan keteladanan
Tujuan Belajar
       Mencapai kecerdasan majemuk
       Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau kemampuan berkarya yang menghasilkan sesuatu yang berharga
       Konsep dasar belajar
  adalah the Accelerated Learning,yaitu ;pembelajaran dengan SAVI
 S : somatic / gerak      
 V : visual/melihat
 A : auditory/ bicara      
 I : intelektual/berpikir
  
 Karakteristik Guru Dalam Membantu Proses Belajar
       Motif : sesuatu yang dipikirkan yang    menyebabkan sesuatu
       Sifat : karakteristik fisik tanggapan konsisten terhadap situasi atau informasi
       Konsep diri : sikap,nilai,dan image diri
       Pengetahuan : informasi yang dimiliki dalam bidang tertentu
       Keterampilan : kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan fisik dan mental
Kompetensi Guru Dalam Membantu Proses Belajar
       Bidang kognitif : kemampuan intelektual,seperti penguasaan mata pelajaran,cara mengajar,dan memberikan bimbingan
       Bidang afektif : kesiapan dan kesediaan guru yang berkenaan dengan tugas dalam profesinya
       Bidang performance : kemampuan guru berbagai keterampilan atau berperilaku
PILAR-PILAR PENDIDIKAN
       LEARNING TO KNOW  yaitu belajar untuk mengetahui,dimana guru harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator.
       LEARNING TO DO yaitu belajar untuk melakukan sesuatu, hal ini pengarahan belajar disesuaikan dengan bakat dan minat.
       LEARNING TO BE yaitu belajar untuk  menjadi, anak didik diharapkan dalam belajar ia bisa mencapai suatu harapan untuk masa depan.
       LEARNING TO LIVE TOGETHER yaitu belajar untuk bisa dimanfaatkan dalam kehidupan bersama.

Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Sd


EVALUASI PEMBELAJARAN
Secara harfiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983). Menurut Stufflebeam, dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai “The process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives”. Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan.
  Evaluasi menurut Kumano (2001) merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen. Sementara itu menurut Calongesi (1995) evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai berdasarkan hasil pengukuran. Sejalan dengan pengertian tersebut, Zainul dan Nasution (2001) menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. Selain dari itu, evaluasi juga dapat dipandang sebagai proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. Dengan demikian, Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa (Purwanto, 2002).
 Macam-macam Instrumen Penilaian Hasil Belajar (Tes dan Non tes) 
a.       Tes Essay (Uraian)
  Tes essay adalah butir soal yag mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes. Ciri khas tes essay adalah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkonstruksikan butir soal, tetapi harus diperoleh dari peserta tes. Jadi yang membedakan tipe soal objective dan tipe soal uraian adalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban terhadap soal atau tugas yang diberikan. Butir soal tipe uraian hanya terdiri dari pertanyaan atau tugas (kadang-kadang juga harus disertai dengan beberapa ketentuan dalam menjawab soal tersebut), dan jawaban sepenuhnya harus dipirkan oleh peserta tes.Setiap peserta tes dapat memilih, menghubungkan dan menyampaikan gagasannya dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Dengan pengertian ini maka akan segera kelihatan bahwa pemberian skor terhadap jawaban soal tidak mungkin dilakukan secara objektiv.
b.      Tes Objective
  Butir soal objektif adalah butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. Jadi kemungkinan jawaban yang telah dipasok oleh pengkonstruksi butir soal,. Peserta hanya harus memilih jawaban dari kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Dengan demikian pemeriksaan jawaban peserta tes sepenuhnya dapat dilakukan secara objektif oleh pemeriksa. Karena sifatnya yang objektif itu maka tidak selalu penskoran harus dilakukan oleh manusia. Pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh mesin seperti mesin scanner. Jadi yang dimaksud dengan tes objektif ialah tes yang dapat diskor secara objektif. Secara umum ada tiga tipe tes objektif, yaitu:
a)      Benar salah (true false) 
            Tipe benar salah (True false item) adalah butir soal yang terdiri dari pernyataan, yang disertai dengan alternative jawaban yaitu menyatakan pernyataan tersebut benar atau salah, atau keharusan memilih satu dari dua alternative jawaban lainnya.
b)     Menjodohkan (matching)
            Tipe menjidohkan ditulis dalam 2 kolom. Kolom pertama adalah pokok soal atau stem atau biasa juga disebut premis. Kolom kedua adalah kolom jawaban. Tugas peserta ujian ialah menjodohkan pernyataan dibawah kolom premis dengan pernyataan-pernyataan yang ada dibawah kolom jawaban.
c)      Pilihan berganda (multiple choice)
            Tipe pilihan berganda adalah suatu butir soal yang alternative jawabannya lebih dari dua. Pada umumnya jumlah alternative jawaban berkisar antara 4 atau 5 jawaban.